Monday, February 11, 2008

Yang Tertinggal dari Muktamar

Banyak cerita yang tertinggal dari muktamar desember lalu itu, belum dan tidak sempat disimpan disini. Salah duanya berikut ini,

Gara-gara Aleams Barra

Muktamar kan diselenggarakan oleh Imsa.us, selama daun tahun terakhir saya ikutan milisnya Imsis (Imsa Sister). Sedangkan muktamar ini yang pertama bagi kami jadi dengan sebagian besar anggota imsisnya saya belum pernah ketemu. Terus nama saya dimilis kan Lia Barra, nah pas ketemu dengan para sister ini di muktamar kan saling kenalan tuh.

sister A : Mba Siapa ya ini?
Saya : Saya Lia
Sister A : Oh Lia Barra ya?
Saya : Iya
Sister A : Mba Lia ini suaminya orang sini ya?
Saya : Bukan orang ciamis :D

Sister B : Saya B, mba siapa ya?
Saya : Lia
Sister B : Lia Barra ya?
Saya : Iya
Sister B : Mba Lia, suaminya itu orang Amerika ya?
Saya : Bukan, orang ciamis
Sister B : Lho emang namanya siapa? bukannya Barra itu nama suaminya?
Saya : Iya suami saya namanya Aleams Barra (nah lho makin aneh hehe)

Pembicaraan itu berulang beberapa kali, bahkan ada yang bertanya sambil bingung melihat ke anak-anak mungkin pikirnya "suaminya orang sini tapi kok anaknya Indonesia semua?" :D. (eh itu mah dugaan saya sajah hehe).

Dalam setiap obrolan itu saya selalu menyebut dengan jelas kalau suami saya orang ciamis, bukan disebut "orang Indonesia kok". Karena kalau disebut orang Indonesia aja umumnya ada pertanyaan lanjutan "Indonesianya dimana kok namanya aneh" hehe pengalaman sih ditanya begituh.

Kisah kedua tentang wajah sunda :D.

Kejadiannya pas malam terakhir dan saat itu ada acara pertunjukan anak2 madrasah. Saya duduk dengan Uni Riz dan kedua putrinya, serta Ida, temennya Uni Riz dari New York juga. Ida itu orang Bandung, jadi klop lah kami berdua ngobrol kesana kemari berbahasa sunda. Terus Uni Riz ngurusin Nadia yang mau tampil ke panggung tapi sakit dan beliau menitipkan si cantik Humaira ke Ida. Saya dan Ida lanjut ngobrol. Tidak lama berselang saya pamitmau ke kamar, memastikan Ade dan Ai baik-baik saja di kamar sama Ayahnya. Tapi kemudian balik lagi ke acara pertunjukan, karena Aka kan mau tampil. Saat mau duduk ditempat semula, Ida sudah tidak ada. Namun dari kejauhan terlihat *Ida* sedang duduk dengan yang lain tapi tidak sama Humaira. Saya mendekati nanya "Eh mairanya mana?" Ida malah balik nanya sambil senyam senyum "Maira mana?" ah Ida mah heureuy kata saya dalam hati. Terus we saya teh ngobrol sama *Ida* ini pake basa sunda kesana kemari ngobrolkan Bandung lagi. Pas saya kembali nanya "Ida, tadi Nadia teu kateterasan pan teu damangna " (Ida tadi Nadia gak keterusan kan sakitnya? eh *Ida* jadi bingung terus ngomong gini "Nadia mana Teh? saya mah da Citra bukan Ida" halahhhh......lumpaaaaaaaaatttt isiiiinnnnn.

Tapi si sayah tidak lumpat kok, malah dengan menebalkan muka mencari kebenaran hihi padahal sih sebenernya mah malu tak tertahankan. Citra teh orang Bandung juga, Heuheu saya diledekin ku Neng Citra teh meni so akrab, ngobrol basa sunda tanpa tedeng aling2, untung yang diajak ngobrol kebeneran orang sunda juga hehe. Masih dalam rangka bela diri menyembunyikan rasa malu, saya cari2 Ida, untung cepet ketemu, terus dikenalkan sama Citra. Gak lama ada Teh Rosita lewat saya panggil untuk dikenalkan, kan sama2 orang Bandung juga, sekalian mau dimintai pendapat tentang Ida dan Citra. Eh Teh Rosita malah surprise "Eh ieu teh kembar? meni gareulis" (Eh ini teh kembar meni cararantik *nah loh kumaha nerjemahkeunna? hihi)

Bagaimana menurut anda tentang mereka berdua, masih wajarkah kekeliruan saya? hehe bisi we sayah sudah sangat pikunnya sampai kesalahan mengenali orang hahaha.


302

Ida, Citra, Teh Rosita, Lia

Ida dan Citra, sama2 buleud (bulet bentuk mukanya), badannya mungil, pake kerudung coklat, kaca mata, geulis, ramah dan nyunda serta ibu dengan satu anak hehe...kurang apa coba bedanya.

Pssttt, untuk perbesar photo klik saja ya dan thanks to Intan yang sudah berbagi photonya.

Wednesday, January 30, 2008

Indonesia Tanah Airku





Selalu untuk selamanyaa....sonoku padamu!!!

Si Cikal yang Ok (2)

Rakean Radya Al Barra, hampir 6 thn...oh betapa cepat waktu berlalu...
Raka, diantara rambut yang sangat lurus, kalo dicukur teh susah pisan, rambutnya malah lari menghindari gunting hehe, ada wajah bulat yang kian hari kian menghitam eh got darker kata aka mah. Suka silly kalau dipoto, suka makan apa sajah kecuali pisang, suka bercerita dan masih suka nangis juga. Jika sudah waktunya tidur dan dia sedang membaca lantas kita suruh tidur biasanya jawab gini "then aka will never finish this book" sambil bercucuran air mata hehe, dan banyak hal kecil yang membuat dia nangis2, kadang lucu tapi kadang juga keuheul.

Tidur masih selalu ingin ditemani "I need someone who can hug me", kalau nggak dikeukeupan lama bobonya. Sholat maghrib dan subuh mah sudah tidak harus disuruh lagi, alhamdulillah. Sudah mengerti rutinitas lah. Suka membantu Ibu, apapun yang disuruh ibu pasti dilakukan walopun kadang2 sambil kukulutus hihi "Why are you always asking me to do this and that?" cenah. Terus mudah untuk diingatkan, tidak pernah membantah paling juga nanya Why harus begini atau begitu. Hanya ketika diingatkan bilang Ok, tapi kapan2 lagi dilakukan lagi si itu kesalahan, dan ketika diingatkan akan jawab "o,ya I forgot" atau "O,ya Im sorry Ibu" eta teh seriiinggg hehe dasar budak nya!.

Kakak yang baik, tidak jarang membawa snack dari sekolah, jatah dia, ke rumah untuk berbagi dengan Ai, bisa megajarkan Ai pake baju dan celana serta kaos kaki sendiri. Lebih mudah Aka ngajarinnya daripada Ibu hehe from child view meureun ngajarkannya nya. Senang menemani Ade main. Dia mah suka super excited terhadap sesuatu yang biasa sajah hehe. Rariweuh, panikan, kalau nonton tipi siga Ibuna ikutan sibuk tah, pernah mah nonton Mr Incredible, pas saat tegang dia berdiri sambil tangan ikutan mendorong ditanagaan, kalau ada yang sedih2 di tipi gak nangis dia malah yang nangis, abis itu bilang "ah something falling to my eyes" sambil diusap2 malu. Tapi kenapa ya kadang2 kurang bersimpati kalau kejadiannya nyata, misalnya Ai jatuh, paling bilang "Ai are you hurt?" udah, atau Ade sakit "Ibu why ade nangis2 is he sick" titik. Kalau ibuna cerita "ka, ibu cape..." jawabnya "I Know" atawa "oh" halah meni lempeng...hehe keun wae ah mungkin seiring langkahnya hal itu tumbuh juga, insha alloh tetap dilatih.

Ah Raka, si cikal nu sangat mudah bilang Ok, Ok pokoknya hihi......

Nak selalu temani Ibu til the end of the world okeh!!

Monday, January 28, 2008

Si Cikal yang Ok (1)


Today is the 100th day of school, can you count to 100??










Itu tema sekolah Raka hari ini. Ya hari ini hari ke-100 Raka sekolah di Glendover Elementary School, sebagai Kindergartener. Sekolah resmi, bukan lagi sekolah2an seperti jaman preschool dulu, sudah punya peer, sudah belajar serius. Alhamdulillah dia seneng, punya 26 teman sekelas, 2 guru dan 2 playground, juga bisa makan siang di kantin dengan bawa bekel dari rumah, pulang sekolah naek bus kuning ituh. Semuanya 'excited' things. Pergi dari rumah jam 7.30 pagi kalau diantar Ayah dan 6.54 kalau naek bus, masuk kelasnya sendiri jam 7.45. Pulang ke rumah selalu naek bus jam 2.50 sampai rumah. Cukup lama berpisah dengan Raka setiap harinya, membuat Ai selalu kepayahan menahan kangen :D.

Alhamdulillah progress Raka dari sekolah bagus, gurunya bilang diantara teman2 sekelasnya dia teh paling lancar membacanya, bahkan kalau mau baca Harry Potter juga sudah bisa cenah hehe. Aka sih bukan penggemar Harry Potter, atau belum yah, dia mah fans nya Pokemon, buku2 pokemonlah yang jadi lalabannya hehe *Hi you, yes you, Im talking about you!! love you muach!*.

Bulan November, ibu ketemu gurunya Raka, Mrs Case untuk pertamakalinya ya first conference antara ortu dan guru. Saat itu cerita banyak tentang progressnya Raka disekolah, semuanya bagus sampai si Ibu nanya, adakah yang jadi concern hingga harus diperbaiki atau ditingkatkan kok semuanya bagus, eh beliau menjawab tidak ada semuanya perfect. Ah masa sih?? ini tulisan di kertas report dari gurunya

I. Student's Strengths:
  • conscientious, well-mannered
  • coopeative and friendly
  • follow directions well
  • attentive listener and good worker
  • volunteer often
  • gets a long well with others
  • oral reading to fluent and comprehension is good
II. Area of Concern

None

III. Comments
Rakean has good organization of thoughts. He grasp new ideas readily. Rakean is a very happy, well-adjusted child. His excellent work is a reflection of his good attitude and effort. It is pleasure to work with such willing, capable child. He is trully amazing.

Alhamdulillah, ibu mana yang tidak bangga coba, meni manis dan amazing, hanya masa sih begitu sempurnanya hehe bukan tidak percaya sama Raka dan bu Guru, cuma pasti ada yang kurang atuh. Jadi kepikirnya gini, orang sini kan suka juga "membesar2kan" hal biasa terutama ortu ke anak atau guru ke murid dengan pujian2 yang hebat, ya buat menyemangati sih tapi kadang sampai "so huge" gitu hehe, apa gurunya Raka juga begitu kali ya heuheu. Anyway, ada satu sisi kecewa saya juga, pelajaran di sekolah Raka sampai saat ini masih mudah dan biasa dia dapat di rumah, belum ada tantangannya, dan gurunya tidak memberikan tantangan itu ke dia. Misalnya anak2 disuruh mengerjakan LKS dikelas, Raka dengan cepat menyelesaikannya, abis itu ditanya "do you want to do something else (belajar yg lain maksudnya) atau play" ya Raka pilih play atuh hehe, da budak tea nya!. Maunya saya atuh ya selama masih waktunya belajar ya biarkan dia belajar mengerjakan sesuatu yang lain gitu biar ilmunya nambah :P.

Tapi akhirnya ada something else, awal bulan ini Raka ikutan kelas special, seminggu sekali tapi cuma 45 menit saja. Kalau Raka bilang, "we are doing something special", ada 7 students dari 2 kelas kindergarten yang ikutan kelas tersebut. Ya mereka memang belajar something more than other students in their classes. Lumayan.

Itu dongeng di sekolah, bagaimana di rumah???

Bersambung :)

Psttt kanggo Raka:
Ka, tuh ku Ibu diserat sagalana, ngarah emut ko Aka jaga nya! bilih ical dongeng seng kertasna :)