Monday, November 10, 2008

Oleh Oleh Indonesia (2)

Ketika datang ke US hampir 4 tahun lalu BB saya 52 kg, tapi waktu pulang kemarin itu jadi 59kg, tidak heran jika semua keluarga berkomentar "euleuh meni gendut" :D. Ya dimaklumlah kan punya bayi umur setaun dan masih menyusui (good excuse, isn't it?:P).

Setelah 2 minggu di Bandung, saya pergi ke pasar mau beli kerudung, selesai urusan kerudung saya jalan2 di dalam pasar melihat-lihat. Mata tertumbuk ke satu baju atasan dari batik yang lucu, saya tanya ke penjualnya sambil menunjuk baju tersebut dan beliau menjawab "yang itu cuma ukuran kecil neng, S dan M saja, kalau yang besar mah warna lain", oh jawab saya sambil berlalu. Masuk toko kedua, ada yang menarik disana, lalu saya raba dan tanya harga baju tersebut dan penjual menjawab "yang ini sekian, kalau buat Ibu mah XL harganya beda lebih mahal sedikit" ujarnya, sayapun berlalu karena ternyata yang XL itu tidak buka depan alias tidak bisa dipakai menyusui :D, bukan bukan karena tersinggung disebut ukuran besar :P. Akhirnya sampai pada toko ke-3, disana ada lagi yang menarik, tapi penjualnya bilang "ukuran XL mah nggak ada bu", ck...ck...ternyata yah saya itu besar :D.

Dua bulan di Indonesia, waktunya pulang. Dibekali baju dan rok sama saudara dan saya juga belanja beberapa buah. Sampai disini, komentar pertama yang datang dari teman "lho kok ngurus, kenapa?", kata yang lain "iya itu pipinya tidak kembung lagi" :D. Lalu melihat timbangan ternyata 54 kg sajah, pantes celana panjang dan rok yang dibawa dari Indonesia itu melorot, harus pake peniti deh. Mhhh The Magic of Indonesia rupanya. Lumayannnn.

Oleh Oleh Indonesia (1)

Kepulangan kami ke tanah air summer lalu benar-benar menjadi pengalaman indah untuk semua keluarga, terutama Raka dan Hanif. Dalam perjalanan pergi mereka tidak rewel karena excited akan pulang ke negaranya, bertemu keluarga besarnya. Disana sangat menikmati segalanya termasuk rasa sakit saat disunatpun berubah indah.

Kalau ditanya what is the best part about Indonesia,keduanya akan menjawab family, Alhamdulillah. Mereka juga jadi lebih aware bahwa mereka adalah Indonesian, belajar peta Indonesia, mencari tau interesting things about Indonesia dsb.

Salah satu hasilnya;

Suatu hari Raka sedang bersenandung American Anthem, baru belajar lagu itu di sekolahnya. Tiba tiba Hanif nggak mau kalah, bersenandung juga dia "Indonesia Raya....mhhh mhhhh." dengan bangga dan Raka terdiam hihi.

Saya bengong dan terharu, lho siapa yang ngajarin? hehe rupanya mereka tau dari Encarta Kids. "Yes we are Indonesian Boy Aka" Hanif said .

Wednesday, November 05, 2008

Akhirnya, Barack Obama

Saya bukan pemerhati aktif, hanya mendengar sesekali, membaca yang tersaji, sampai kandidat president USA ini tinggal 2 orang, Barack Obama dan John McCain. Mulai membaca lebih banyak, mendengar lebih banyak tentang mereka dan kampanye-kampanyenya. Tapi saya tidak menentukan sikap, toh saya bukan warga negara, suara saya tidak berguna. Saya hanya punya pendapat, suka yang ini karena begini, dalam hati saja. Sampai suatu saat ngobrol dengan Mickey, beliau bilang "I wish Obama win, not just because he is from democrat and I'm a democrat too but because he is different" dan saya jawab "ya he is different". Diajak ngobrol dengan teman lain "Ah I'll vote for Obama, I feel just right to vote for him". Dan ternyata disekeliling saya banyak penggemar Obama, suara-suara yang terdengar lebih banyak tentangnya. Dan pun termasuk suara kecili disini, di rumah ini :D.

Suatu hari Raka pulang sekolah membawa bahan obrolan tentang pemilihan presiden ini, dan dia bilang "I wish Obama win", "but why?" tanya saya "because he ever lived in Indonesia, like me" alasan sederhana :D. Senin kemarin pulang sekolah membawa cerita lagi "I voted for Obama" dia cerita kalau dikelasnya mereka belajar tentang election dan praktek memilih presiden ini, menulis nama di kertas, tidak dibilang2 dan mengumpulkan kertas tersebut lalu dihitung suara siapa yang lebih banyak (jadi ingat pemilihan KM dulu ya), dan rupanya dikelas dia Obama yang mendapat suara terbanyak daripada McCain, "I think Obama gonna win, he is going to be the next president of USA" katanya pede.

Hari selasa, election day tidak ada sekolah. Pagi pagi dia sudah bertanya, siapa yang menang? kami jawab "not yet". Siang diajak pergi, kami main cukup lama keluar rumah, di mobil dia ngomong lagi "ahhh why the result takes so long, ah doesn't matter whoever win" menghibur diri karena tegang. Sore hari "so who is the winner ayah?" tanyanya kembali. "The latest vote is 8 PM, maybe the result around 9" jawab si ayah. Dia menyibukan dirinya dengan main, menulis, menggambar sambil terus meriksa jam. Jam 9 malam "Its 9 ayah, is there already result?" halah, 9.30 PM masih belum final dia makin tegang "all right maybe McCain would win" katanya putus asa sambil bersiap kecewa rupanya hehe. Karena hari ini sekolah, dia saya giring tidur. Lelap diantara kepenasaranan

Pagi hari ini bangun tidur dan sebelum sholat subuh dikasih tau kalau Obama win, "as you wish Raka" dia senyum bahagia. Itu kisah kecil di rumah ini berkaitan dengan Obama :D.

Siang hari Mickey telepon, ya kami berbincang tentang kemenangan ini. Beliau bilang "well I hope he can change America to be a good place for everyone to live". Beliau juga bercerita kalau kemarin ketika di TPS banyak anak-anak muda yang vote dan banyak African-American juga yang vote yang selama ini jarang terlihat mereka ikutan vote.

Well for me just do'a, semoga membawa kebaikan dan maslahat bagi dunia, secara Amerika selama ini "mengatur" dunia.

Btw, saya suka Mrs. President lo

Tuesday, October 07, 2008

Setelah Sekian Lama, Maaf....

Tidak mudah ternyata menggerakan otak, ke hati lalu tangan untuk menulis. Karena tak cukup ingin dan niat saja rupanya. Butuh waktu, masa dan rejeki...halah ini mau ngomong apaan sih meni banyak kesana kemarinya hehehe...

Iya mau curhat saja. Pulang dari Indonesia ternyata saya menjadi tidak utuh, perasaan dan pikiran banyak tertinggal di negeri ituh, hulang huleng (mhh apa bahasa Indonesianya ya?) kerjaan saya teh. Sempat aplod poto di multiply sih, mayan walaupun belum usai juga cerita2nya. Lalu bertemu Ramadhan, duh makin tidak menentu hati, berandai2 Ramadhan di kampung halaman.

Setelah sebulan sampai disini, kami pindah apartemen, dari yang lama itu pindah ke seberang komplek, masih sama-sama punya kampus tapi ini lebih enakeun, dibawah, ada pintu depan belakang. Sayangnya colokan inet cuma satu dan wireless yang bebas jarang ada. Ya acara angkut2 juga lumayan menguras waktu dan tenaga, kami pindahan berdua saja tanpa bantuan orang lain, karena memang tidak minta bantuan siapapun, bulan puasa ah, kasian mana lexington sedang panas banget ketika itu.

Beberapa hari setelah pindah, ada tamu agung dari Amherst, kunjungan tahunan. Alhamdulillah masih disempatkan bertemu mereka kembali. Senang banget, 5 hari mereka disini. Semoga tidak sampai menunggu setahun kedepan untuk kami bertemu kembali.

Nini&aki pulang ke Amherst eh besoknya lebaran, tidak diduga karena gosipnya 1 syawal itu hari Rabu, dan rencananya keluarga Indonesia itu akan kumpul-kumpul setelah lebaran itu di apartemen kami. Jadi langsung deh bak bik buk masak dan beberes, dus2 barang yang masih ada segera disingkarkan.

Alhamdulillah, 30 September lebaran tiba di Lexington. Walaupun si ayah tidak bisa ikutan shalat eid karena beliau ngajar, tapi kami tetap berangkat ke gedung untuk sholat dijemput tetangga. Pulangnya langsung ke tempat kami berkumpul dan makan ketupat.

Jadi...mohon maaf lahir batin ya teman-teman, atas segala salah dan khilaf selama ini, Insha Alloh bukan kesengajaan. Dan semoga amal ibadah kita selama Ramadhan di terimaNYa juga kita diijinkan untuk bertemu dengan Ramadhan taun depan.

Maaf juga belum bisa berkunjung silaturahmi ke blog temans. Insha Alloh segera setelah kehidupan kembali normal :).

Sudut kiri; Bapak-bapak

Sudut Kanan; Ibus dan Bapaks

PS: Teh Aida & Teh Yanti punten poto pameungpeuk belum di apload euy, ke nya hehe.