Thursday, December 04, 2008

Berita Gembira

Belakang: Ki-ka; Yuyu, Poppy, Lia. Depan; ki-ka: Ira,Novi

Alhamdulillah hari ini telah lahir lagi ponakan baru, Yuyu (www.yuyuhn.multiply.com) sudah melahirkan putri ke-2nya tadi pagi jam 6 WIB, ibu dan baby sehat alhamdulillah. Dua minggu lalu Ira, melahirkan anak ke-2nya juga, tapi putra. Hampir sebulan lalu Poppy mengakhiri masa lajangnya dan berharap segera dapat momongan. Alhamdulillah berita-berita membahagian. Semoga generasi penerus itu menjadi anak-anak sholeh dan sholehah, buah mata ayah bundanya, pembela bangsa dan agamanya. Amiin.

Sewaktu jaman kuliah dulu kami berkarib berlima, kuliah di fakultas yang sama, Fikom Unpad'95 tapi jurusan yang berbeda, hanya Ira dan Novi yang jurusannya sama. Entah kesamaan apa yang kami miliki hingga akhirnya cocok bersama, entah kesukaan makan pake tangan, atau nongkrong dibelakang gedung sate, atau daya khayal kami yang suka melambung jauh sampai melebihi tingginya angkasa itu yang sama. Yang jelas ini teman kampus yang bermain diluar kampus, dalam kampus jarang bersama karena berbeda jam kuliah.

Waktu mudik kemarin, Elba, suaminya Yuyu bilang bahwa dia sempat "meramalkan" bahwa urutan menikah kami bakal tergantung urutan lulus kuliah hihi ada ada sajah. Tapi ternyata iya. Saya lulus Nov'99, Yuyu dan Ira 2000, terus Poppy dan selanjutnya Novi. Saya menikah 2001, terus Yuyu, Ira dan kemarin Poppy jadi tinggal Novi segera menyusul Insha Alloh. Nah jumlah anak saya nih yang belum disusul, mereka baru sampai angka-2 hihi.

Jadi...lebaran Idul Adha senin ya? alhamdulillah (ini postingan teh kemana2 gini hehe, punten ah). Selamat Idul Adha ya, semoga bisa menjalakan syaum arafahnya, bisa berqurban dan menikmati indahnya berqurban. Kami disini juga dengar gosiip sih mau potong kambing ditetangga .

Ps: poto diatas diambil belasan taun laluuuuu sekarang sudah berubah semuaaaa

Saturday, November 22, 2008

Mainan Canggih

Ketika datang ke US awal tahun 2005 lalu, saya langsung dikenalkan dengan blogspot oleh seorang teman, lalu bermain-mainlah saya disana. Menulis, berbagi dan berteman. Kehilangan teman secara fisik karena menjauh cukup terobati walaupun tidak bisa menggantikan posisi teman nyata itu. Lalu seorang sahabat membawa berita baru, sang Friendster (FS) "kamu bisa menemukan teman2 SMP atau SMA-mu lo, aku aja langsung ketemu temen2 lama sampai temen SD aja ada" katanya. Sign in lah saya di FS, tapi sayang teman2 SD-SMA tidak saya temukan ketika itu, hingga akhirnya jarang dibuka dan hampir terlupakan. Kemudian diajak lagi ke Multiply (MP) "asik lo" ujarnya. Karena awalnya iseng saja maka ketika sign in di MP pun pake id liasaja, maksudnya liasaja lah susah susah amat :D, pun diniatkan buat nulis tentang sendiri saja, karena cerita anak2 dan lain-lain ada di blogspot. Eh rupanya di MP makin seru karena selain bertemu teman-teman kuliah juga ada alert-nya jadi mudah untuk menelusuri dan mengunjungi, atau bahkan bisa baca postingan teman-teman melalui email yang datang.

Kurang lebih setahun lalu, ketika saya pindah ke Lexington, teman di Amherst ngajak untuk sign in di Facebook (FB), saat itu saya menggunakan imel lama yang ternyata malah kena spam hingga tidak bisa log in. Akhirnya si FB pun tidak terurus, tapi sesekali pergi kesana kalau sang teman memberi tahu kalau beliau punya foto2 baru dsb.

Sekitar sebulan lalu, saya disapa seorang teman SMP di FS, akhirnya ada juga. Lalu dari beliau mulai merambat menemukan teman lain, terus bertambah ke teman SMA jadi enjoy bermain kembali di FS dan ceting sama teman2 SMP-SMA, senangnya bisa bernostalgia lagi.

Seminggu lalu, ceting dengan teman kuliah, beliau baru saja menikah, foto2 ada di FB, katanya. Larilah saya kesana, ya dalah ternyata ck...ck...FB rame pisan, banyak orang dan banyak pernak perniknya pun saya punya ratusan request yang tidak terjamah selama ini, duh punten banget. Tapi sepertinya FB lebih kompleks ya, akan makin nambah kerjaan aja hehe, seru sih sepertinya.

Gimana bagi2 waktunya ya? teman disana disini menyapa dan harus kembali disapa dan memang sayapun ingin mengirim sapaan, ingin ngobrol. Walaupun dimana2 banyak teman yang sama tapi juga di masing2 ada teman yang berbeda2.

Ah ternyata mainan maya ini tidak ada habisnya...
*heyyyy buuuuu anak-anak minta makan tuh! come on get up from your seat now!!!*

Thanks A Bunch

After he bought me a new laptop with no reason, this time isn't my birthday, not even our wedding anniversary or mother's day or some other special things, he just gave me one and that's make even bestest present ever, right?. And today, he drove me to the movie theater to let me have my own time, yes my very own time, and he came back home to take care of the boys. Oh how lovely...he is my man, the best man ever .




Thursday, November 20, 2008

Oleh-Oleh Indonesia (3) ; Perokok Cilik

Namanya Aldi, umurnya 5 tahun. Dia tinggal di sebuah desa kecil nun jauh di sudut Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut bersama kedua orang tua dan dua orang kakak perempuan. Orang tuanya seorang petani penggarap. Entah bagaimana awal mulanya orang tua saya mengenal mereka, yang saya tahu ketika kepulangan kami ke Pameungpeuk bulan Juli lalu mereka ini datang ke rumah. Berinteraksilah kami dengan mereka.

Aldi mulai merokok ketika usianya 1,5thn. Tiba-tiba mengambil rokok milik bapaknya, terus mencoba dihisap dan keterusan menikmatinya. Tapi ketika umur 4 thn dia berhenti karena waktu itu sempat main ke sekolahan dan dia ditertawakan anak-anak sekolahan tersebut, lalu akhirnya berhenti karena malu. Tapi sejak kakak sulungnya menikah dia kembali merokok, itu beberapa bulan setelah ulang tahunnya yang ke-5.

Orang tuanya bilang sudah cape melarang dan mencoba berbagai cara menghentikan dia merokok sampai bapaknya pun berhenti merokok tapi susah dan akhirnya menyerah. Kalau tidak dipenuhi dia bisa nangis seharian katanya lagi. Dua bungkus perhari, bisa dibayangkan kan? 2 bungkus perhari untuk seorang anak umur 5thn ck..ck...saya bungkam. Tidak punya kata-kata yang tepat untuk mengomentarinya. Hanya berbalik arah ke anak-anak kami dan memberikan informasi kepada mereka sedikit tentang rokok. Dan Insha Alloh mereka mengerti, mereka juga heran. Disini saja jarang melihat orang dewasa merokok, kok ini malah anak kecil, "just little spot of Indonesia".