Tuesday, October 07, 2008

Setelah Sekian Lama, Maaf....

Tidak mudah ternyata menggerakan otak, ke hati lalu tangan untuk menulis. Karena tak cukup ingin dan niat saja rupanya. Butuh waktu, masa dan rejeki...halah ini mau ngomong apaan sih meni banyak kesana kemarinya hehehe...

Iya mau curhat saja. Pulang dari Indonesia ternyata saya menjadi tidak utuh, perasaan dan pikiran banyak tertinggal di negeri ituh, hulang huleng (mhh apa bahasa Indonesianya ya?) kerjaan saya teh. Sempat aplod poto di multiply sih, mayan walaupun belum usai juga cerita2nya. Lalu bertemu Ramadhan, duh makin tidak menentu hati, berandai2 Ramadhan di kampung halaman.

Setelah sebulan sampai disini, kami pindah apartemen, dari yang lama itu pindah ke seberang komplek, masih sama-sama punya kampus tapi ini lebih enakeun, dibawah, ada pintu depan belakang. Sayangnya colokan inet cuma satu dan wireless yang bebas jarang ada. Ya acara angkut2 juga lumayan menguras waktu dan tenaga, kami pindahan berdua saja tanpa bantuan orang lain, karena memang tidak minta bantuan siapapun, bulan puasa ah, kasian mana lexington sedang panas banget ketika itu.

Beberapa hari setelah pindah, ada tamu agung dari Amherst, kunjungan tahunan. Alhamdulillah masih disempatkan bertemu mereka kembali. Senang banget, 5 hari mereka disini. Semoga tidak sampai menunggu setahun kedepan untuk kami bertemu kembali.

Nini&aki pulang ke Amherst eh besoknya lebaran, tidak diduga karena gosipnya 1 syawal itu hari Rabu, dan rencananya keluarga Indonesia itu akan kumpul-kumpul setelah lebaran itu di apartemen kami. Jadi langsung deh bak bik buk masak dan beberes, dus2 barang yang masih ada segera disingkarkan.

Alhamdulillah, 30 September lebaran tiba di Lexington. Walaupun si ayah tidak bisa ikutan shalat eid karena beliau ngajar, tapi kami tetap berangkat ke gedung untuk sholat dijemput tetangga. Pulangnya langsung ke tempat kami berkumpul dan makan ketupat.

Jadi...mohon maaf lahir batin ya teman-teman, atas segala salah dan khilaf selama ini, Insha Alloh bukan kesengajaan. Dan semoga amal ibadah kita selama Ramadhan di terimaNYa juga kita diijinkan untuk bertemu dengan Ramadhan taun depan.

Maaf juga belum bisa berkunjung silaturahmi ke blog temans. Insha Alloh segera setelah kehidupan kembali normal :).

Sudut kiri; Bapak-bapak

Sudut Kanan; Ibus dan Bapaks

PS: Teh Aida & Teh Yanti punten poto pameungpeuk belum di apload euy, ke nya hehe.

Tuesday, August 26, 2008

Kami Kembali

Alhamdulillah kami kembali kemari, sehat dan bahagia. Tentang mudik? ah disini senang disana senang, serasa menjadi orang kaya sedunia, banyak sodara, banyak teman. Pergi kesini sodara, kesana ada teman. Alhamdulillah...

Pengalaman yang indah. Perjalanan panjang, perjuangan yang melelahkan terbayar lebih dari cukup. Menghantarkan rindu yang membuncah, menjemput silaturahmi yang tertunda sekian lama. Orang tua yang tertatih melangkah dengan binar bahagia dimatanya merengkuh kami. Belahan jiwanya yang sempat tak tersentuh selama ribuan hari. Priceless, don't you think?

Walaupun obrolan tidak saling dimengerti antara nenek/kakek dan cucunya, tapi bahasa cinta mereka miliki, bahasa yang sama. Usapan dan pelukan menjadi komunikasi yang indah diantara mereka. Semua rasa penat dijiwa raga luruh, hari esok tak terpikirkan yang ada saat itu, hanya ketika itu.

Dari satu tempat ke tempat lain kami kunjungi, menelusuri jejak jejak cinta dan silaturahmi. Lelah tidak menjadi hitungan berarti, yang ada suka cita. Hampir disetiap rumah yang disinggahi, tawaran mencicip Baso langganan selalu ada. Dengan suka hati kami tidak menolak tawarannya. Hingga si sulung bilang " I can be a Baso's monster".

Teman datang silih berganti, dari jakarta atau depok yang khusus ke Bandung untuk menemui kami misalnya, bahkan dari Brebes juga Indramayu pun menyempatkan datang, Subhanalloh, betapa kekuatan silaturahmi begitu dahsyat. Semoga Alloh melimpahkan keberkahan kepada mereka.

Adakah sisi lain? ada...bukan bukan sakit. Kami sehat, alhamdulillah. Tapi gatal gigitan nyamuk yang akhirnya jadi koreng, macet lalu lintas yang kadang jadi membosankan, sampah yang berserakan yang sempat membuat si sulung jatuh terpeleset karena menginjak plastik basah bekas makanan. Juga gatal-gatal dikepala karena tertular kutu dari sepupu. Sepertinya sangat Indonesia sisi yang tak terpisahkan, untuk dinikmati saja bukan untuk dikeluhkan bukan?. Toh kini sisi itu sudah hilang juga...yang terbawa hanya kenangan manis, bekas rasa di dada dan di lidah.


Kini Kami kembali disini, menjauhi tanah air...

We will be back home soon or later.....

Cerita pembukaan dulu lah, masih termehek mehek belum rela untuk kembali :D

Terima Kasih atas support dan doanya selama ini...

Thursday, June 19, 2008

Pamit Dulu Ahhhh

Insha Alloh dalam satu jam kedepan kami akan berangkat dari apartemen menuju bluegrass airport. Pesawat berangkat jam 5.50 am menuju chicago.


Mohon doanya dan mohon maaf lahir batin, sampai ketemu di tanah air, mudah2an ada rijki dipertemukan olehNYA. Kalau tidak, sampai ketemu kembali di udara

Bismillahirahmanirrahiimm


KJ 21, Sulungku

Kelompok Jatinangor 21 (KJ 21) adalah nama kelompok adik asuh yang sejarah berdirinya diawali dari kelompok KKN Fikom Unpad taun 1998 di desa Cikeruh Jatinangor Sumedang.
Kami,saya dengan 11 Fikomers lainnya mengawali dengan uang 150 rb dan 10 adik asuh. Uang itu diberikan untuk membantu meringankan biaya SPP adik yang kurang mampu.

Setelah acara KKN bubar, saya, Andi dan Elba (yang kelak diherani banyak kalangan karena menikah dengan sobat saya Jeng Yuyu :D) mencoba melanjutkan dengan menjadikannya kelompok resmi di kampus, membuat propsal yang ditandatangin Camat Cikeruh, membuat kartu donatur juga membuat stempel.

Adalah Elba yang memberi nama KJ 21 ini. Kelompok Jatinangor, karena kelompok ini bergerak didaerah Jatinangor dan 21 karena Unpad berada di KM 21 Jatinangor. Sederhana tapi berarti banyak, dimiliki se Unpad :D.

Mulailah kami mencari donatur. Ditawarkan donatur tetap atau tidak tetap. Donatur tetap minimal menyumbang 1000/bulan, tidak banyak tapi sangat berarti untuk anak2 SD yg sppnya saat itu hanya Rp.2000/bln, tapi makin lama donatur makin banyak dan makin besar pula dana kami,sampai ada donatur terbesar,Danareksa. Dari 10 orang adik pun bertambah jadi 21 orang.

Programnya, membantu meringankan biaya sekolah adik asuh yang kurang mampu. SPP dan buku-buku pelajaran, serta setiap bulan kami jemput mereka untuk datang ke kampus atau ke kelurahan untuk berlajar dan bermain bersama, diberikan makanan bergizi dan bertemu dengan kakak kakak asuhnya. Pernah juga diajak ke Museum dan Kebun Binatang Bandung. O,ya kami bertiga mulai dibantu banyak teman. Ada yang khusus mencari donatur atau menagih tiap bulan (di koordinir Elba), ada yang membuat laporan keuangan setiap bulan lalu ditempel di sekitar kampus sebagai laporan kepada para donatur ( itu sayah) dsb.

Bagaimana kami mendapatkan adik asuh ini?
Saya berjalan ketiap sekolah di kelurahan Cikeruh meminta data anak yang kurang mampu kepada pihak sekolah. Setelah mendatangi sekolah dan mendapatkan nama-nama anak2nya, saya menemui keluarga mereka satu persatu, berbincang, melihat bagaimana kondisi mereka. Ah masa-masa itu indah sekali, berjalan dipematang sawah dari satu rumah ke rumah berikutnya, yang ada hanya angin dan suara burung. Atau kali lain berjalan menanjaki bukit diantara pohon-pohon umbi (Umbi Cilembu Lho :D). Dan akhirnya pertemuan demi pertemuan dengan keluarga adik asuh ini saya lakukan rutin. Indah dan nikmat, spirit selalu terperbaharui. Alhamdulillah.

Sedih sekali kalo inget berbagai kisah keluarga adik asuh ini,

Satu anak laki-laki sangat cerdas yg hidup di sebuah gubuk (bener2 gubuk) dengan 2 kakak dan ibu, konon ayahnya di penjara karena kasus narkoba (Elba inget nggak? yang dia bilang Bang Elba kayak orang Arab haha)

Satu anak perempuan yang orangtuanya sama sekali nggak bisa baca tulis, ayahnya penjual minyak tanah keliling (Jumi, ini rumahnya disebelah kost-an kalian di cikuda lo)

Satu anak perempuan lain yang tinggal dengan seorang buruh cuci yg tidak menikah,konon anak ini ditemukan diteras warga dibungkus plastik masih berbalut darah,yang 2 minggu kemudian ibu kandungnya datang (ternyata seorang mahasiswi) mengakui itu anaknya dan menitipkannya dengan janji akan selalu dikirim biaya dan ditengok,tapi tak pernah ditepati. Dan anak ini selalu bertanya "anak siapa saya?".

Satu anak laki2 yang ditinggal bapaknya kawin lagi.
Dan satu...satu...anak-anak lain dengan masing2 permasalahan yang membuat saya makin bersyukur dengan keadaan saya dan makin terpacu untuk membantu mereka.

Saya merasa turut serta dalam melahirkan KJ 21 ini, membesarkan, menuntunnya,menatihna. Selalu ada dalam hati nurani, sempat menjadi anak sulung saya, buah mata hati saya. Hidup saya sangat berarti dengan mereka. Kini, bulan Juni ini usianya sudah 10 thn. Hari ini mereka tegar dan kokoh berdiri sebagai salah satu Kelompok Kegiatan di Kampus Fikom Unpad Jatinangor, adik asuhnya sudah 40 orang, salah satunya hampir lulus SMA. Dan hari ini juga 17 Juni 2008 WIB, Kakak-kakak asuh merencanakan membawa adik-adik asuhnya ke TMII. Semoga lancar!

Betapa ingin berada disana bersama mereka...ah semoga sempat suatu saat kelak.

Tulisan ini dibuat dengan rasa syukur dengan apa yang dimiliki, dengan rasa kangen yang syarat pada adik-adik asuh itu, rasa terima kasih pada adik-adik Fikom unpad yag masih dengan ikhlas meneruskan langkah kami sampai usianya 10 Tahun.... bersemangat terus ya dik!!!

Kalau tulisan tentang Anak sulungnya Pak Barra mah bukan iklan, kalau ini bisa dijadikan Iklan hehe...bagi yang mau tau lebih banyak silahkan berkunjung ke FS-nya mereka di Sini.


Mba Ari...! Terima kasih sumbangannya waktu itu. Laporan keuangannya kemana harus dikirim?.