*

Sunday, April 24, 2005

Kelompok Jatinangor 21 (KJ21)

Ini adalah nama kelompok adik asuh yang sejarah berdirinya diawali dari kelompok KKN Fikom Unpad taun 1998 di desa Cikeruh Jatinangor Sumedang.
Kami,saya dengan 11 Fikomers lainnya mengawali dengan uang 150 rb dan 10 adik asuh. Setelah acara KKN bubar,saya dengan 2 teman lain(hai ndi...hai pak elba)mencoba melanjutkannya dengan menjadikannya kelompok resmi di kampus,jadi bikin proposal,bikin kartu donatur,bikin stempel. Alhamdulillah lancar. untuk meringankan donatur kami mintakan minimal Rp.1000/bln sangat kecil tapi sangat berarti untuk anak2 sd yg sppnya saat itu hanya Rp.2000/bln,tapi makin lama donatur makin banyak dan makin besar pula dana kami,sampai ada donatur terbesar,Dana Reksa. Dari 10 orang adik pun bertambah jadi 21 orang. O,ya kami bertiga mulai dibantu banyak temen2 lain,dari cari donatur sampai urusan "mengasuh" adik asuh.

Adik asuh ini selain dibantu urusan keuangannya mereka juga dibantu masalah pendidikannya,jadi kami ketemuan seminggu sekali,dikasih makanan bergizi,belajar dan jalan2 ke tempat rekreasi. Duh jadi kangen mereka euy. Bagaimana mereka sekarang ya!

Sedih banget kalo inget berbagai kisah keluarga adik asuh ini,(ini saya ketahui karena saya rutin menemui mereka di rumah dan mencoba dekat dengan seluruh keluarga dan permasalahan mereka).

Satu anak laki2 sangat cerdas yg hidup di sebuah gubuk (bener2 gubuk) dengan 2 kakak dan ibu,konon ayahnya di penjara karena kasus narkoba.

Satu anak perempuan yang orangtuanya sama sekali nggak bisa baca tulis,ayahnya penjual minyak tanah keliling.

Satu anak perempuan lain yang tinggal dengan seorang buruh cuci yg tidak menikah,konon anak ini ditemukan diteras warga dibungkus plastik masih berbalut darah,yang 2 minggu kemudian ibu kandungnya datang (ternyata seorang mahasiswi) mengakui itu anaknya dan menitipkannya dengan janji akan selalu dikirim biaya dan ditengok,tapi tak pernah ditepati. Dan anak ini selalu bertanya "anak siapa saya?".

Satu anak laki2 yang ditinggal bapaknya kawin lagi.
Dan satu...satu...anak-anak lain dengan masing2 permasalahan yang membuat saya makin bersyukur dengan keadaan saya dan makin terpacu untuk bantu mereka.

Sampai saat saya lulus 6 tahun lalu,kelompok ini masih dengan tegar berjalan...dan ternyata pun sampai sekarang. Alhamdulillah...terima kasih adik2.

Tulisan ini dibuat dengan rasa syukur dengan apa yang dimiliki,dengan rasa kangen yang syarat pada adik2 asuh itu,rasa terima kasih pada adik2 fikom unpad yag masih dengan ikhlas meneruskan langkah kami....:) bersemangat terus ya dik!!!

6 comments:

The Journey said...

Subhanallah...bagus banget mbak. Semoga ALlah meneguhkan usaha dan langkah mulia ini yaa. Amiin. Intanshurullaha yanshurkum wa yutsabbit aqdamakum (Barang siapa menolong agama ALlah, maka ALlah akan menolongnya).

Yuyu said...

Insya Allah ini membuat kita tidak akan pernah menyia-nyiakan anugerah terindah dariNya, anak-anak kita. Pf ya bu.. ternyata kerja kalian (foto2nya ada tuh di kamar sayah.. ;P) emang tob!

Shafiyya Ibrahim said...

masya Allah lia...alhamdulillah ada yang peduli. cuman Allah yang bisa membalas kebaikan itu...

semoga langgeng ya proyek akheratnya...sekarang masih jalan kan???alhamdulillah

ika said...

Ah ah... jadi inget jatinenjer..:D
KKN pula... hehehehe.. Btw, Lia Fikom angkatan berapa?

Mbu Rian said...

Subhanallah teh lia.. mulia sekali kegitannya. Jadi sedih rin baca cerita tentang anak-anak itu.. suka gak abis pikir sama ibu yang buang anaknya, kok tega ya..

jojo said...

salut euy......

Insya Allah para adik asuh itu jadi anak yang pintar, sholeh/sholehah karena ketulusan kaka-kaka asuhnya.....